Selasa, 09 Juni 2009

Produk masa lalu, disajikan sekarang, untuk bekali masa depan????????

Saat ini sedang gencar-gencarnya dilaksanakan sertifikasi guru dalam rangka menuju guru yang profesional. Semoga saja tujuan yang baik ini dapat berjalan lancar, mengingat perangkat peraturan yang mengaturnya masih sangat terbatas. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa mutu guru belum baik, bahkan ada yang dibawah standart. Tetapi ini dapat dimaklumi karena sebelum Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru belumlah menjadi pekerjaan pilihan bagi orang yang memiliki SDM bagus. Sebagaimana lagunya Iwan Fals "Umar Bakri" yang mewakili nasib guru pada saat itu. Sehingga ada 2 masalah utama yang harus diperhatikan pemerintah yaitu peningkatan kesejahteraan guru sekaligus meningkatkan kualitas SDM nya. "Bagai dua sisi mata uang" antara mutu dan kesejahteraan guru. Banyak guru yang harus mencari penghasilan tambahan dengan bekerja sampingan, memberikan les privat bahkan ada yang sempat mengojek. Sehingga waktu guru untuk mengembangkan profesinya banyak tersita untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sementara disisi lain kompetensi guru haruslah terus dikembangkan untuk menjawab barbagai tantangan multi dimensi saai ini. Percepatan kehidupan multi dimensi bagai deret ukur, sementara kecepatan peningkatan kompetensi "baru" sebatas deret hitung. Namun sekecil apapun upaya itu haruslah tetap dilakukan, karena kalau telat.. atau bahkan tidak dilakukan sama sekali yang terjadi adalah : PRODUK MASA LALU, DISAJIKAN SEKARANG UNTUK MENYIAPKAN GENERASI MENDATANG. Realistiskah?????????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar