Minggu, 14 Juni 2009

Indahnya Kesunyian Malam


"Maha Besar Allah, Tuhan seru sekalian alam". Kalimat yang selalu menggumam ketika kita berada pada keadaan sunyi senyap ditengah larutnya malam, saat menyaksikan jernihnya langit yang didalamnya bertebaran kelip bintang serta bulatnya bulan purnama. Semua isi alam laksana bertasbih menyeru kebesaran Allah SWT. Suara serangga, temaram sinar rembulan, gemerlip bintang, desah para dedaunan, mendung yang gemulai mendendangkan seruan pujian dan semua sejauh mata memandang, bahkan yang tidak kasat mata, semuanya bersuara melantunkan pujian kebesaran Allah SWT.

Malam yang begitu hening, membangunkan komunikasi hati dengan sang Khaliq. Betapa besar engkau ya Robb. Lebih besar dari apa yang aku sebut terbesar yang pernah aku lihat, bahkan yang pernah aku pikir. Semakin aku membayangkan sesuatu yang paling besar..., ternyata engkau malah jauh lebih besar. Dan memang engka, telah memfirmankan itu semua. "BERPIKIRLAH APA YANG AKU CIPTAKAN DAN JANGANLAH KAMU BERPIKIR TENTANG ZATKU, SESUNGGUHNYA ENGKAU TIDAK AKAN PERNAH BISA UNTUK ITU".

Berpikir tentang ciptaan Mu saja aku terasa tak sanggup, bagaimana gunung ditinggikan, lautan dihamparkan.Hingga malam mulai berpamitan, aku semakin tidak menjangkau kebesaran Mu. Yaa... Robb ku, ampunkanlah hamba Mu, betapa sangat tidak berartinya aku di hadapan Mu. Betapa sepanjang hari tadi aku sempat "hanya" berurusan dengan hal2 yang terlalu duniawi. Aku mau tidur dulu Ya Allah, semoga Engkau bangunkan aku untuk menghadap Mu di sepertiga malam hingga fajar Mu menyingsing. Bimbinglah sepanjang hari2 ku selalu pada hal2 yang engkau sukai. Dan berilah kekuatan untuk dapat menjalankannya.

Subhanallah, walhamdulillah, wa laailaahaillallohu Allah hu akbar. Laakhaula wala quwwata ila billahil aliyyil 'adziiimmmmm.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid




Berawal dari cita-cita sebagian besar masyarakat di dusun bronto, Desa Alasgung Kec. Sugihwaras, Kab. Bojonegoro yang ingin memiliki Masjid yang tidak jauh dari pemukiman padat penduduknya, kiranya Allah SWT Tuhan seru sekalian alam telah menjawabnya. Awal tahun 2008 lalu tiba2 ada seorang yang kebetulan memiliki sebidang tanah di dusun tersebut mewakafkan sebagian tanahnya untuk didirikan masjid. Alhamdulillah....... kiranya Allah mendengar semua do'a2 masyarakat Alasgung. Setelah diurus segala sesuatunya termasuk Nadzir, pengurusan sertifikat tanah, kemudian disusunlah kepanitiaan melalui rapat dengan seluruh masyarakat dusun bronto. Bak gayung bersambut mulailah dikumpulkan dana saat panen padi, hasilnya terkumpul 3,5 ton gabah. Semuanya bersyukur........... dan rasa syukur itu dijawab lagi oleh Allah dengan terbukanya hati sebagian warga yang lain yang tidak punya sawah, dengan menyumbang berupa uang, material dll. Walau baru memiliki modal sekitar Rp.12 juta, kita laksanakan peletakan batu pertama dengan melibatkan para tokoh masyarakat. Dengan keyakinan yang tinggi, pasti Allah akan menjawab lagi dengan membuka hati para dermawan untuk menyumbangkan sebagian hartanya di jalan Allah.
Tanggal 7 Juni 2009 lalu stross pondasi sudah tertancap, walau baru itu yang bisa dilakukan seakan tetapi sekuat tancapan stross itu pula semangat kita untuk lebih berupaya agar Masjid yang telah lama didambakan tersebut segera dapat dilanjutkan. Semoga ada yang lagi dibukakan oleh Allah hamba2Nya untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk kelanjutan pembangunan tersebut. Yakinlah bahwa para malaikat tidak pernah istirahat, bahkan tidur sehingga lupa mencatat sekecil apapun amal kita. Bagi hamba Allah yang ingin informasi guna membantu pembangunan tersebut dapat menghubungi panitia di : 08123086573.

Selasa, 09 Juni 2009

Produk masa lalu, disajikan sekarang, untuk bekali masa depan????????

Saat ini sedang gencar-gencarnya dilaksanakan sertifikasi guru dalam rangka menuju guru yang profesional. Semoga saja tujuan yang baik ini dapat berjalan lancar, mengingat perangkat peraturan yang mengaturnya masih sangat terbatas. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa mutu guru belum baik, bahkan ada yang dibawah standart. Tetapi ini dapat dimaklumi karena sebelum Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru belumlah menjadi pekerjaan pilihan bagi orang yang memiliki SDM bagus. Sebagaimana lagunya Iwan Fals "Umar Bakri" yang mewakili nasib guru pada saat itu. Sehingga ada 2 masalah utama yang harus diperhatikan pemerintah yaitu peningkatan kesejahteraan guru sekaligus meningkatkan kualitas SDM nya. "Bagai dua sisi mata uang" antara mutu dan kesejahteraan guru. Banyak guru yang harus mencari penghasilan tambahan dengan bekerja sampingan, memberikan les privat bahkan ada yang sempat mengojek. Sehingga waktu guru untuk mengembangkan profesinya banyak tersita untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sementara disisi lain kompetensi guru haruslah terus dikembangkan untuk menjawab barbagai tantangan multi dimensi saai ini. Percepatan kehidupan multi dimensi bagai deret ukur, sementara kecepatan peningkatan kompetensi "baru" sebatas deret hitung. Namun sekecil apapun upaya itu haruslah tetap dilakukan, karena kalau telat.. atau bahkan tidak dilakukan sama sekali yang terjadi adalah : PRODUK MASA LALU, DISAJIKAN SEKARANG UNTUK MENYIAPKAN GENERASI MENDATANG. Realistiskah?????????

Senin, 08 Juni 2009

LUANGKAN WAKTU SEJENAK


Saat yang paling tepat untuk melakukan kalkulasi perilaku yang telah kita lakukan dalam jangka pendek ( sehari) adalah menjelang tidur. Kita dapat mereview kegiatan apa saja yang telah kita lakukan dari bangun tidur, siang hari hingga kita kembali ke tempat peraduan. Kesunyian dan kesendirian membuat kita berkata jujur pada diri kita sendiri. Saat seperti itu kita dapat menghitung berapa banyak kesalahan yang kita perbuat dalam sehari, tanpa menafikan sejumlah kebaikan yang bisa kita kerjakan. Kejujuran hati telah membuat diri kita begitu kecil di hadapan Allah SWT. Terlalu sedikit perbuatan baik yang dapat kita lakukan dalam sehari. Sebaliknya mungkin banyak perbuatan yang kurang bermanfaat baik pada diri sendiri bahkan orang lain. Dengan kejujuran pula menjelang tidur itu kita harus berjanji bahwa esok hari akan kita lakukan kegiatan yang tidak saja bermanfaat pada diri sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar kita. Tidak perlu mahal dan kerja keras, walau hanya membuat anak, istri, saudara, teman dekat bahkan orang lain yang tidak kita kenal sebelumnya dapat merasakan kebahagiaan ketika kita berada di sampingnya. Buatlah mereka semua tersenyum dengan kehadiran kita. Itu saja cukup untuk sementara. Melalui proses penyadaran diri (self awarness), maka kualitas dalam pemberian manfaat kepada orang lain haruslah meningkat dari hari ke hari. Tidak lagi sekedar mereka senang hanya mendengar cerita-cerita kita, tetapi lebih dari itu. Ya Allah.... berikan aku bekal untuk membuat mereka semua bahagia........

Rabu, 07 Januari 2009

LIBURAN PANJANG


Wahhhhhh, lumayan nih. Sekitar seminggu dapat liburan dari pemerintah. Thanks ya..... pemerintah baik hati. Gak seperti biasanya setiap hari harus disibukkan dengan sejumlah pekerjaan yang selalu menanti. Saat ini bisa berlama-lama bersama istri dan anak2. Bisa ke tempat rekreasi bersama etc. Ini sebagian dari kegiatan liburanku ke Jatim kemarin.

Motivasi : Hal penting yang termarginalkan


Jika seorang karyawan semangat kerjanya sedang berada padatitik nadzir, bukan berarti dia tidak menguasai bidang yang selama ini dia geluti. Karena ketika dia memasuki institusi tersebut telah melalui berbagai test yang memenuhi standar karyawan pada institusi tersebut. MOTIVASI adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan tersebut.